PROFIL
» Sejarah
» Tugas & Fungsi
» Visi & Misi
» Struktur
» Pejabat BMKG Pusat
» Alamat Balai Besar
» Alamat Stasiun
» Kontak Kami

      METEOROLOGI
» Cuaca Jabodetabek (hari ini)
» Cuaca Jabodetabek (esok)
» Cuaca Jabodetabek 6 Jam
» Cuaca Umum (hari ini)
» Cuaca Umum (esok)
» Cuaca Dunia (hari ini)
» Cuaca Dunia (esok)
» PeringatanDini
» Prospek Tiga Harian
» Prospek Cuaca Mingguan
» Citra Satelit
» Prakiraan Angin
» Potensi Banjir 1 harian
» Maritim
» Siklon Tropis
» Kebakaran Hutan
      KLIMATOLOGI
» Informasi Hujan Bulanan
» Prakiraan Hujan Bulanan
» Prakiraan Musim
» Neraca Air
» Dinamika Atmosfer
» Ekstrim
» Rata-rata klimatologi
» Katalog Stasiun
» Katalog ZOM
» Potensi Banjir
» Artikel Iklim
      KUALITAS UDARA
» Informasi SO2
» Informasi NO2
» Informasi SPM
» Informasi Kimia Air Hujan
» Informasi Ozon(O3)
» Informasi Gas Rumah Kaca
» Informasi Aerosol / PM10
» Data Base
      GEOFISIKA
» Gempa Bumi
» Gempa Dirasakan
» Tsunami
» Gaya Berat
» Tanda Waktu
» Magnet Bumi
» Stasiun Gempa Bumi
» Petir
» Seismologi Teknik
      SARANA TEKNIS
» Instrumentasi Rekayasa Kalibrasi
» Database
» Jaringan Komunikasi
      SESTAMA
» Biro Perencanaan
» Biro Hukum & Organisasi
» Biro Umum
      PUSLITBANG
» Berita
» Kajian
      PUSINREKAL
» Instrumentasi
» Rekayasa
» Kalibrasi
      PUSDIKLAT
» Beasiswa
» AMKG
      LAIN-LAIN
» BERITA
» W E B M A I L
» Dharma Wanita
» KORPRI
» Koperasi
» Kolaborasi
» Artikel
» Seminar
» Link Terkait
» Lelang
» SMS
» WRS
      KUALITAS UDARA

Sejak tahun 1976 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan pemantauan terhadap beberapa parameter kualitas udara yang berdampak negatif terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pendirian jaringan pemantauan kualitas udara di Indonesia berkaitan erat dengan program-program Badan Meteorologi Se Dunia (WMO) antara lain Program Global Ozone Observing System (GO3OS) di tahun 1950-an, Program Background Air Pollution Monitoring Network (BAPMoN) di tahun 1960-an, Program Global Atmosphere Watch (GAW) tahun 1989 dan Program GAW Urban Research Meteorological and Environment (GURME) tahun 1999. Sampai saat ini stasiun pemantau terdiri atas 26 stasiun pemantau kimia air hujan(KAH) serta 37 stasiun pemantau konsentrasi debu (SPM).

Sampai saat ini BMKG memiliki 43 jaringan stasiun pemantau kualitas udara. Dari 43 Stasiun/ Unit Kerja Pemantau Kualitas Udara, melakukan pengamatan parameter kualitas udara sebagai berikut: Sebanyak 41 Stasiun melakukan pengamatan SPM (Suspended Particle Matter), dan 29 stasiun diantaranya selain SPM juga melakukan pengamatan komposisi kimia atmosfer/tingkat keasaman/kimia air hujan.

Lima (5) stasiun berada di wilayah DKI Jakarta, dan khususnya di kantor Pusat BMKG Jakarta selain melakukan pengukuran SPM dan komposisi kimia air hujan, juga melakukan pengukuran SO2, NO2, aerosol dan ozon permukaan. Sedangkan di Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW Station) yang berlokasi di Bukit Kototabang- Sumatera Barat yang terletak pada posisi 00o 12' 17" LS dan 100o 19" 15" BT pada ketinggian 864.5 meter di atas permukaan laut, dilakukan pemantauan parameter kualitas udara yang lebih komprehensif, meliputi : Aerosol PM10,PM2,5,NO2,SO2,CO,O3,Gas Rumah Kaca (CH4, CO2,N20,SF6) dan radiasi UV-B

Fungsi stasiun GAW adalah untuk mengkoordinasikan pengamatan dan penelitian perubahan komposisi atmosfer dengan tujuan : - Memahami peranan kimia atmosfer kaitannya dengan perubahan iklim regional-global. - Mengevaluasi pengaruh kimia atmosfer terhadap lingkungan. Dalam hal ini berkaitan dengan pengendapan unsur yang berbahaya di bumi, ekosistem laut dan air tawar, siklus alami dari unsur kimia pada sistem global atmosfer, samudera dan biosfer. Pemantauan kualitas udara pada Stasiun GAW yang dilakukan saat ini, meliputi parameter NO2, SO2, aerosol, ozon permukaan, radiasi matahari, CO, CO2, PM10, PM2,5 , Flask Sampling.

Potensi yang dimiliki oleh Laboratorium Kualitas Udara Badan Meteorologi dan Geofisika dalam mendukung pemantauan kualitas udara, ditampilkan pada tabel di bawah ini.

METODA SAMPLING DAN PERALATAN LABORATORIUM YANG DIGUNAKAN

No. Jenis Sampel Metode Sampling / Monitoring Peralatan sampling / Monitoring
1. Rain Water Wet Deposition

Wet & Dry Deposition
Automatic Rain Gauge type ARS 721
Automatic Rain Gauge type ARS 1000
2. SPM High Volume High Volume Sampler
3. Aeorosol Low Volume Aerosol Sampler / Low Volume Sampler
4. SO2 Passive Gas Filter Whatman
5. NO2 Passive Gas Filter Whatman
6. Ozone Permukaan UV Photometry Automatic Ozone
7. Carbon Monoxide UV Photometry Analyzer UV Photometry CO
8. Carbon Dioxide Infrared Photometry Analyzer
Infrared CO2
Analyzer
9. PM 10 Beta Attenuation Monitoring (BAM) BAM 1020 Analyzer
10. PM 2.5 Light Scattering Nephelometer M9003
11. Solar Radiation Thermo Couple Solar Radiation Monitoring

HV sampler BAM 1020 Particullate Monitor

Inlet BAM Wet dry rain gauge

METODA ANALISIS DAN PERALATAN LABORATORIUM YANG DIGUNAKAN

No. Jenis Sample Metode Analisis Alat Yang Digunakan
1. Komposisi Kimia Air Hujan pH
Daya Hantar Listrik
Kation dan Anion
Electroda Cell
Electroda Cell
Chromatography
pH meter
Electro Conductivitymeter
Ion Chromatography
2. Komposisi Kimia Aerosol pH
Kation dan Anion
Electroda Cell
Chromatography
pH meter
Ion Chromatography
3. SPM Gravimetry Analytical Balance
4. Gas SO2 Chromatography Ion Chromatography
5. Gas NO2 Salzman Spectrophotometer

Ozon Analyzer pH meter

Timbangan Analitik Sampel Air Hujan

 
Badan Meteorologi dan Geofisika © 2010 - Hak cipta dilindungi undang-undang
Kantor Pusat : Jl. Angkasa 1 No.2, Kemayoran, Jakarta Pusat - Indonesia , Telp. 021-4246321